Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Negara

 

Pembangunan nasional memerlukan dana yang sangat besar, sehingga pemerintah harus dapat menggali sumber dana tersebut dan menentukan penggunaan dana yang diperoleh. Anggaran Pandapatan dan Belanja Nagara (APBN) merupakan suatu daftar/penjelasan terinci mengenai penerimaan dan pengeluaran nagara untuk jangka waktu tertentu (biasanya satu Tahun). Periode APBN di Indonesia pada masa Orde Baru berawal dari 1 April – 31 Maret  tahun berikutnya. Pada pemerintahan saat ini, periode APBN berawal dari 1 Januari – 31 Desember tahun yang sama.

 

Tujuan APBN adalah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran Negara dalam melaksanakan kegiatan kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempata kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat. Prinsip penyusunan APBN didasarkan aspek pendapatan dan aspek pengeluaran. Landasan hukun APBN adalah :

  • UUD 1945 pasal 31 ayat 1 tentang Anggaran Pandapatan dan Belanja Nagara yang ditetapkan setiap tahun.
  • Undang-undang RI No.1 tahun 1994 tentang  Pandapatan dan Belanja Nagara
  • Keputusan Presiden No.16 tahun 1944 tentang pelaksanaan APBN

 

APBN disusun oleh pemerintah dalam bentuk rencana. Rencana tersebut diajukan kepada DPR, selanjutnya DPR membahas RAPBN dalam masa siding. Sesudah RAPBN disetujui oleh DPR, RAPBN kemudian ditetapkan menjadi APBN melalui undang-undang. Bila RAPBN tidak disetujui, pemerintah menggunakan APBN tahun sebelumnya. Agar APBN sesuai dengan rencana, maka dikeluarkan Keputusan Presiden tentang pelaksanaan Anggaran Pandapatan dan Belanja Nagara.

 

Sember penerimaan Negara terdiri dari penerimaan dalam negeri dan penerimaan luar negeri. Penerimaan dalan negeri adalah semua penerimaan yang diterima Negara dalam bentuk migas dan diluar migas. Penerimaan minyak dan gas alam (migas) adalah penerimaan yang berasal dari penjualan minyak bumi dan gas alam. Penerimaan nonmigas adalah penerimaan yang berasal dari pajak(Pajak penghasilan, Pajak pertambahan nilai, pajak ekspor, bea materai, serta pajak bumi dan bangunan), bea cukai, nonpajak (laba perusahaan Negara, penjualan barang Negara, sewa barang  jasa negara), dan penerimaan lain-lain. Penerimaan luar negeri adalah penerimaan yang berasal dari nilai lawan rupiah (uang asing yang dinyatakan ke dalam kurs rupiah) yang berasal dari pinjaman luar negeri yang berbentuk pinjaman program dan pinjaman proyek.

Pengeluaran Negara adalah semua pengeluaran Negara untuk membiayai tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan. Pengeluaran atau belanja Negara terdiri dari pengeluaran rutin (Belanja pegawai, belanja barang Negara, belanja rutin daerah, bunga dan cicilan utang, serta subsidi) dan pengeluaran pembangunan (semua pengeluaran Negara untuk membiayai proyek pembangunan fisik<gedung, jembatan, jalan raya> maupun nonfisik <pendidikan, penataran pegawai>.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s