Peta Perekonomian – Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia

Dalam pembangunan ekonomi jangka panjang, diperlukan empat faktor yang saling terkait untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu :

  • Sumber daya manusia,
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi,
  • Sumber daya alam,
  • Pembentukan modal.

Dan sumber daya manusialah yang memiliki peranan yang sentral, khususnya bagi pembangunan ekonomi negara-negara yang sedang berkembang. Negara-negara berkembang pada umumnya masih terus mengalami pertambahan penduduk. Pertumbuhan tersebut akan berhubungan langsung dengan angkatan kerja, kesempatan kerja, meningkatkan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan yang bersifat mendasar seperti pangan, sandang, pemukiman, pendidikan dan kesehatan.

Pembinaan mutu sumber daya manusia dalam rangka pembangunan ekonomi diartikan sebagai usaha untuk :

..Meningkatkan dan meluaskan keterampilan teknis (Technical Skills)

..Meningkatkan keahlian profesional (Professional expertise)

..Meningkatkan kecerdasan akademis (Academic qualities) dalam kehidupan secara menyeluruh.

Dalam pembinaan mutu sumber daya manusia, bidang pendidikan dan pelatihan mengambil peranan kunci. Berdasarkan uraian tentang pembinaan sumber daya manusia yang menyangkut keterampilan teknis, keahlian profesional, dan kecerdasan akademis dalam rangka pembangunan, menunjukkan dengan jelas bahwa di masa yang akan datang harus lebih ditingkatkan lagi kualitas pendidikan umum, kejuruan dan pelatihan keterampilan.

Oleh karena manusia memiliki sifat dinamis (walau untuk beberapa hal masih memiliki sifat-sifat yang umum) makan untuk mengelola mereka agar dapat menjadi aset yang menguntungkan bagi perusahaan. Penduduk dalam konteks pembangunan ekonomi memiliki peran ganda, yaitu sebagai produsen dan juga sebagai permintaan. Sejalan dengan peran ganda tersebut, penduduk dapat menjadi faktor pendorong dan juga penghambat pembangunan ekonomi. Karakteristik kependudukan Indonesia ditandai oleh empat hal utama, yaitu (a) laju pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, (b) struktur umur penduduk yang kurang menguntungkan, (c) distribusi penduduk yang tidak merata, dan (d) kualitas penduduk yang relatif rendah.

Kebijakan kependudukan dilakukan dalam rangka mengatasi masalah kependudukan yang dihadapi. Berbagai kebijakan kependudukan telah, sedang dan akan ditempuh pemerintah. Kebijakan kependudukan ditentukan pada upaya pengendalian pertumbuhan, distribusi dan mobilitas serta peningkatan kualitas penduduk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s