Asuransi Untuk Produk Ekspor Impor

Meski dikenal sebagai eksportir dan importir besar dalam perdagangan global, kesadaran para pelaku bisnis untuk mengasuransikan produknya masih sangat rendah. Salah satu indikatornya adalah rendahnya pangsa Asuransi Ekspor Indonesia, sebagai badan usaha milik Negara yang bergerak untuk asuransi ekspor.

Asuransi ekspor adalah jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada eksportir terhadap kemungkinan resiko kerugian akibat tidak menerima perlunasan pembayaran dari importir atau bank pembuka letter of credit  yang disebabkan oleh resiko komersial dan/atau resiko politik.

Hal yang sama juga diterapkan pada asuransi impor. Manfaatnya adalah meberikan perasaan aman kepada eksportir dalam menghadapi resiko ekspornya, serta meningkatkan keberanian untuk menembus pasar ekspor yang baru. Ditengah kelesuan ekonomi dunia seperti saat ini, resiko gagal bayar termasuk tinggi.

Hal ini setidaknya terlihat dari kenaikkan klaim asuransi ekspor ASEI pada tiga bulan terakhir, kenaikkannya berkisar 15 persen. Khusus untuk klaim asuransi ekspor naik karena memang ada beberapa pembeli di luar negeri yang tidak bisa membayar para eksportirnya.

Tingginya klaim selain karena importir negara tujuan gagal bayar juga bisa disebabkan importir adalah pembeli baru atau berasal dari negara tujuan ekspor yang baru sehingga segingga eksportir Tahan Air sulit mengestimasi kemampuan bayarnya. Ada juga yang disengaja karena importirnya nakal.

Ada empat sektor yang menyumbang klaim terbesar yaitu furnitur, kerajinan, perternakan, dan tekstil atau barang tekstil. Gagal barang bisa disebabkan dua hal, yakni political risk dan commercial risk.

Political risk memungkinkan importir akhirnya menahan aliran devisanya ke luar negeri karena aturan pemerintah yang bersangkutan. Sedangkan commercial risk bisa karena importirnya bangkrut atau salah melakukan perencanaan sehingga pasarnya tidak bisa menyerap produk yang terlanjur dibeli.

Dengan resiko gagal bayar, penurunan surplus bisa saja terjadi dan kinerja ekspor bisa semakin terpuruk akibatnya terjadi perlambatan ekonomi dunia bagi kinerja ekspor Indonesia. Salah satunya dikarenakan minimnya sosialisasi dari pihak penjual produk dan masih kecilnya minat produk asuransi ekspor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s