Kembali Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia menyentuh Rp 9.600 per dollar AS. Perlemahan hingga posisi ini untuk pertama kalinya terjadi sejak awal tahun 2010. Dalam sebulan terakhir, rupiah sekitar Rp 9.500 per dollar AS. Pada (5/10) dan (8/10), rupiah kembali melemah menjadi Rp 9.590 per dollar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti memaparkan, kondisi ini terjadi akibat kebutuhan dollar AS yang masih tinggi. Secara garis besar, ini menunjukkan fundamen Ekonomi Indonesia yang diwarnai ketidakseimbangan sektor eksternal.

BI akan realistis dan tidak terlalu agrasif mengintervensi pasar. Pasalnya, perlemahan ini akibat persoalan fundamental sehingga bersifat struktural dan tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek. Untuk mengintervensi pasar, BI menggunakan cadangan devisa.

Aspek fundamental yang dimaksud terkait adalah nilai ekspor dan impor. Angka impor yang turun ternyata masih tidak setajam penurunan ekspor, sekitar 93 persen impor berupa bahan baku dan barang modal.

Diperkirakan, nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp 9.670 per dollar AS pada akhir tahun ini. Namun kisaran Rp 9.700 per dollar AS masih nyaman bagi perekonomian Indonesia. Dengan melemahnya rupiah, permintaan domestik akan turun akibat mahalnya harga barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s