Harga Komoditas Turun

Penurunan ekspor nonminyak dan gas bumi Indonesia periode Januari-Agustus 2012 disebabkan oleh melemahnya harga beberapa komoditas utama ekspor Indonesia di pasar internasional. Meski ekspor turun, untuk pertama kali perdagangan masih terjadi surplus.

Surplus neraca perdagangan Indonesia di dukung oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar 707,2 juta dollar AS, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit 458,7 juta dollar AS.

Meskipun nilai ekspor turun, beberapa produk ekspor nonmigas mengalami diversifikasi produk dari bahan baku menjadi barang jadi. Misalnya tekstil dan produk tekstil, pangsa ekspor pakaian jadi meningkat, sementara pangsa ekspor serat dan benang turun. Untuk elektronik, pangsa ekspor komponen dan bagian turun, sedangkan pangsa ekspor alat cetak elektronik naik.

Ekspor nonmigas sepuluh mitra dagang utama mengalami penurunan, kecuali China, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Sementara ekspor ke emerging market mengalami peningkatan signifikan meskipun nilainya masih relatif kecil.

Krisis di kawasan euro diperkirakan masih berdampak serius bagi perdagangan Indonesia. Salah satu indikatornya adalah penurunan harga komoditas, yang masih terus berlangsung.

Penurunan tersebut dipicu aksi jual pelaku pasar akibat penurunan harga kakao di bursa berjangka dunia. Harga kakao berjangka untuk kontrak pengiriman Desember mengalami penurunan signifikan sebesar 66 dollar AS (2,62 persen) dan ditutup pada posisi 2.450 dollar AS per ton.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s