#Fakta :: Ternyata Tes DNA, Bisa Bantu Menemukan Jodoh kita loch ..

seperti kita ketahui, Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) atau asam deoksiribo nukleat merupakan molekul yang mencirikan profil genetik seseorang. Umumnya tes DNA digunakan untuk mengidentifikasi kesamaan orang, misal orangtua dan anak.

Namun seiring kemajuan teknologi, tes DNA justru dimanfaatkan untuk hal lain, mencari jodoh atau pasangan hidup.

Dalam Genius beauty, insinyur asal Inggris, Erik Holzl membuktikan bahwa DNA memiliki dampak langsung terhadap manusia untuk mencari pasangan dengan gen yang kompatibel.

Hal itu kemudian dilakukan oleh sebuah situs perjodohan ScientificMatch. Hasil tes kemudian digunakan untuk menemukan pasangan yang sempurna. Penemuan para ilmuwan asal Jerman ini cukup menggemparkan. Pasalnya, penemuan mereka ditengarai membawa kabar baik bagi mereka yang masih berstatus jomblo dan ingin bertemu dengan jodoh mereka, tanpa harus menunggu lama dan patah hati berulang kali.

Dilansir oleh Indiatimes, penemuan ini telah dipatenkan oleh sebuah situs perjodohan. Di sana, mereka memakai DNA untuk membantu klien mencari jodoh yang didambakan.

GambarCukup dibutuhkan sample DNA dari air liur yang disetorkan dan diteliti, maka para klien dapat mengetahui siapakah orang yang cocok untuk menjadi pendampingnya.

“Sebenarnya, saat kita bertemu dengan seseorang pertama kali, kita sudah bisa memutuskan apakah kita tertarik atau tidak hanya dalam hitungan detik,” ungkap Sarah A. Port, penemu Gmatch, situs pencarian jodoh lewat DNA. Hal itu mungkin Anda anggap sebagai hal yang biasa, padahal saat itulah DNA Anda berteriak dan melompat bahagia karena bertemu dengan pasangannya.

DNA dalam tubuh manusia diibaratkan seperti kutub magnet. Saling tarik menarik apabila menemukan pasangannya. Dan apabila ada rasa kecocokan, maka ketertarikan satu sama lain besar.

“Tanpa disadari, pertama kali bertemu dengan seseorang yang menarik, kita akan mengendus aroma tubuhnya. Hal ini alami terjadi, karena secara otomatis otak dan hidung bekerja sama mengenali aroma feromon,” imbuh Sarah. Feromon tersebut juga membuat satu sama lain ingin selalu berdekatan, entah berpelukan atau dengan bergandengan tangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s